,

Stiker SNI: Apakah Semua Produk Wajib SNI? Ini Aturannya

Stiker SNI: Apakah Semua Produk Wajib SNI? Ini Aturannya

Stiker SNI menjadi salah satu media yang digunakan untuk mencantumkan Tanda SNI pada produk atau kemasan. Namun, tidak semua produk wajib menggunakan stiker SNI. Pemerintah menetapkan SNI secara wajib untuk produk tertentu, sementara produk lainnya dapat menerapkan SNI secara sukarela. Karena itu, sebelum mencetak stiker SNI atau mencantumkan Tanda SNI pada kemasan, brand owner perlu memastikan status produk dan regulasi yang berlaku.

Karena itu, sebelum mencetak stiker SNI atau mencantumkan Tanda SNI pada kemasan, brand owner perlu memastikan status produk dan regulasi yang berlaku.

Apa Itu SNI?

SNI atau Standar Nasional Indonesia menjadi standar yang BSN gunakan sebagai acuan untuk berbagai produk, proses, maupun kegiatan tertentu di Indonesia.

Namun, tidak semua produk wajib memenuhi SNI. Pemerintah dapat menetapkan SNI secara wajib untuk produk tertentu berdasarkan regulasi yang berlaku.

Secara sederhana, terdapat dua kondisi penerapan SNI yang perlu dipahami:

1. SNI Sukarela

Produk tidak terkena kewajiban SNI secara khusus. Pelaku usaha dapat menerapkan SNI sesuai ketentuan yang berlaku.

2. SNI Wajib

Pemerintah menetapkan persyaratan SNI atau persyaratan teknis bagi produk tertentu sebelum pelaku usaha memperdagangkan produk tersebut.

Jadi, jangan langsung menganggap semua produk harus memiliki SNI. Kewajibannya bergantung pada jenis produk dan regulasi yang mengaturnya.

Contoh Produk yang Wajib SNI

Lalu, produk seperti apa yang bisa terkena kewajiban SNI?

Pemerintah dapat mewajibkan penerapan SNI pada beberapa kelompok produk, antara lain:

  • Semen
  • Baja dan produk baja tertentu
  • Ban kendaraan
  • Mainan anak
  • Peralatan listrik tertentu
  • Helm pengendara kendaraan bermotor
  • Air Minum Dalam Kemasan (AMDK)
  • Produk tekstil tertentu

Namun, tidak berarti seluruh produk dalam kelompok tersebut otomatis wajib SNI.

Kewajiban SNI mengikuti jenis produk, spesifikasi, dan regulasi teknis yang berlaku. Karena itu, pelaku usaha perlu mengecek aturan yang secara khusus mengatur produknya.

Jadi, yang perlu dicari bukan sekadar:

“Apakah produk ini punya SNI?”

Tetapi:

“Apakah SNI untuk produk ini diberlakukan secara wajib?”

Apa yang Perlu Diperhatikan Saat Membuat Hologram SNI?

Setelah status produk dan ketentuan pencantumannya sudah jelas, barulah brand owner bisa mempersiapkan media pencantumannya.

Perhatikan beberapa hal berikut:

1. Ukuran Stiker

Sesuaikan ukuran stiker dengan area kemasan dan informasi yang harus dicantumkan.

Jangan sampai ukurannya terlalu kecil sehingga informasi sulit dibaca.

2. Keterbacaan

Pastikan tanda dan informasi tetap terlihat jelas.

Anda perlu menghindari elemen desain yang membuat informasi wajib sulit dibaca.

3. Material

Pilih material berdasarkan karakter kemasan dan kondisi penggunaan produk.

Anda perlu mempertimbangkan material yang berbeda untuk kemasan yang sering bersentuhan dengan air dan kemasan yang Anda simpan dalam kondisi kering.

4. Daya Rekat

Pastikan material stiker dapat menempel dengan baik pada permukaan kemasan.

Permukaan plastik, kaca, karton, maupun material bertekstur dapat memiliki karakter yang berbeda.

5. Ketahanan

Jika produk mengalami proses distribusi yang panjang, pertimbangkan material yang mampu mempertahankan kualitas cetakan selama penyimpanan dan penggunaan.

6. Posisi Pemasangan

Tentukan area pemasangan yang mudah terlihat dan sesuai dengan ketentuan pencantuman untuk produk terkait.

7. Informasi Tambahan

Beberapa produk memiliki ketentuan informasi tambahan.

Karena itu, jangan hanya fokus pada logo atau tanda. Cek seluruh parameter penandaan yang diwajibkan untuk produk tersebut.

Kesalahan yang Sering Seller Lakukan Saat Menggunakan SNI

Mengira Semua Produk Wajib SNI

Tidak semua produk terkena pemberlakuan SNI secara wajib. Seller perlu mengecek kategori dan regulasi produk terlebih dahulu.

Mengira Jualan Online Berarti Bebas SNI

Marketplace hanya menjadi salah satu saluran perdagangan. Jika produk memang terkena ketentuan wajib, seller tetap perlu mengikuti aturan yang berlaku.

Mencantumkan Tanda SNI Tanpa Dasar yang Sesuai

Jangan memasang Tanda SNI hanya karena desainnya terlihat cocok dengan kemasan.

Pastikan produk memang memiliki dasar penggunaan tanda tersebut sesuai ketentuan.

Tidak Mengecek Regulasi Produk

Satu jenis produk bisa memiliki aturan yang berbeda dengan produk lainnya.

Karena itu, seller perlu mencari regulasi sektoral yang secara spesifik mengatur produknya.

Mengabaikan Ketentuan Pencantuman

Setelah memenuhi persyaratan produk, pekerjaan belum tentu selesai. Perhatikan juga ketentuan mengenai tanda, nomor, parameter penandaan, posisi, dan informasi lain yang berlaku.

Memastikan Kewajiban SNI Sebelum Mencetak

Brand owner perlu memastikan kewajiban SNI dan ketentuan penandaan produk sebelum mencetak stiker SNI. Lakukan pengecekan secara bertahap.

1. Identifikasi Jenis Produk

Tentukan nama dan kategori produk yang akan dijual. Identifikasi produk secara spesifik untuk menemukan regulasi dan standar yang sesuai.

2. Cek Regulasi yang Berlaku

Cari regulasi yang secara khusus mengatur produk tersebut. Gunakan sumber resmi seperti Database Peraturan BPK, JDIH kementerian terkait, Kementerian Perdagangan, BSN, atau kementerian teknis yang menangani produk tersebut.

3. Pastikan Status SNI yang Berlaku

Jangan hanya melihat apakah produk memiliki SNI. Pastikan pemerintah mewajibkan penerapan SNI tersebut untuk kategori produk yang akan Anda jual.

4. Periksa Persyaratan Sertifikasi atau Penilaian Kesesuaian

Jika pemerintah mewajibkan SNI untuk produk tersebut, pelajari persyaratan dan mekanisme penilaian kesesuaiannya. Selain itu, PP Nomor 34 Tahun 2018 menjadi salah satu dasar dalam sistem standardisasi dan penilaian kesesuaian nasional serta saat ini berstatus berlaku.

5. Periksa Ketentuan Pencantuman

Selanjutnya, pastikan aturan menentukan tanda atau informasi yang perlu brand owner cantumkan pada produk atau kemasan, seperti:

  • Tanda SNI
  • Nomor SNI
  • NPB
  • Tanda Kesesuaian
  • Parameter penandaan tertentu
  • Informasi lain pada barang atau kemasan

6. Memastikan Detail Sebelum Mencetak Stiker

Setelah memahami seluruh ketentuannya, pastikan brand owner sudah menyiapkan:

  • Status produk yang jelas.
  • Persyaratan SNI atau persyaratan teknis yang sesuai.
  • Sertifikasi atau dokumen yang diperlukan.
  • Tanda SNI atau tanda lain sesuai ketentuan.
  • Informasi tambahan yang benar.
  • Ukuran dan posisi pencantuman yang sesuai.
  • Nomor atau parameter penandaan tanpa kesalahan.

Stiker berfungsi sebagai media untuk menampilkan tanda atau informasi yang dipersyaratkan. Stiker tidak menerbitkan sertifikasi. Pastikan seluruh data dan ketentuan sudah benar sebelum desain masuk ke proses cetak.

Memilih Hologram SNI yang Sesuai untuk Kemasan

Setelah ketentuan pencantuman sudah jelas, brand owner dapat memilih material stiker yang sesuai dengan kemasan.

Pertimbangannya bisa dimulai dari:

Jenis permukaan → material stiker → daya rekat → ukuran → bentuk → kondisi penggunaan

Kemasan dengan permukaan plastik tentu bisa membutuhkan pertimbangan yang berbeda dari kemasan berbahan karton.

Begitu juga produk yang mengalami distribusi panjang, paparan air, atau gesekan selama proses penyimpanan.

Di sinilah pemilihan material menjadi penting. Bukan sekadar membuat stiker terlihat bagus, tetapi memastikan informasi pada label tetap terbaca dan menempel dengan baik selama penggunaan yang sesuai.

Butuh Stiker untuk Kemasan Produk?

Holographia dapat membantu kebutuhan pencetakan stiker dan label untuk berbagai jenis kemasan.

Anda dapat menyesuaikan material, ukuran, bentuk, dan desain dengan karakter kemasan serta kebutuhan pencantuman informasi.

Jika produk kamu memang wajib mencantumkan tanda atau informasi tertentu pada kemasan, pastikan terlebih dahulu isi dan format pencantumannya sesuai regulasi.

Setelah itu, kamu bisa memilih material stiker yang mendukung kebutuhan kemasan tersebut.

Jadi, jangan mulai dari stikernya. Mulai dari regulasinya.


FAQ

1. Apakah semua produk wajib menggunakan SNI?

Tidak. Kewajiban SNI bergantung pada kategori produk dan apakah pemerintah memberlakukan SNI secara wajib untuk produk tersebut.

2. Apa bedanya SNI wajib dan SNI sukarela?

SNI wajib berlaku ketika pemerintah menetapkan kewajiban terhadap produk tertentu. Sementara itu, SNI sukarela tidak otomatis menjadi kewajiban hanya karena produk tersebut memiliki standar SNI.

3. Apakah stiker SNI berarti produk sudah bersertifikat SNI?

Tidak. Stiker merupakan media pencantuman. Produsen wajib memenuhi proses dan persyaratan sertifikasi produk sesuai dengan regulasi yang berlaku.

4. Apa itu NPB pada produk SNI?

NPB adalah Nomor Pendaftaran Barang. Kewajibannya berlaku untuk kategori barang tertentu sesuai ketentuan yang berlaku.

5. Apakah NPB harus dicantumkan pada kemasan?

Produsen wajib mencantumkan NPB pada barang dan/atau kemasan sesuai dengan ketentuan penandaan yang berlaku.

6. Bagaimana cara mengetahui produk yang wajib SNI?

Identifikasi jenis produk terlebih dahulu, lalu cek regulasi sektoral dan ketentuan pemberlakuan SNI wajib melalui sumber resmi.

7. Apakah produk impor yang dijual juga harus memenuhi SNI?

Importir wajib memenuhi ketentuan SNI atau persyaratan teknis yang berlaku sebelum memperdagangkan produk impor.

8. Apa yang harus diperhatikan saat membuat stiker untuk kemasan produk SNI?

Perhatikan isi informasi, ukuran, keterbacaan, material, daya rekat, posisi pemasangan, serta ketentuan penandaan yang berlaku untuk produk tersebut.


Kesimpulan

Tidak semua produk wajib menggunakan stiker SNI.

Kewajiban tersebut bergantung pada kategori produk dan regulasi yang menetapkan apakah SNI atau persyaratan teknis tertentu berlaku secara wajib.

Karena itu, brand owner perlu memeriksa regulasi yang berlaku untuk produknya sebelum menentukan pencantuman Tanda SNI, NPB, atau informasi lainnya pada kemasan.

Stiker dapat digunakan sebagai media pencantuman informasi sesuai kebutuhan penandaan produk. Pemilihan material, daya rekat, ukuran, dan desain stiker perlu disesuaikan dengan karakter kemasan serta ketentuan penandaan yang berlaku.

Singkatnya: cek regulasinya, penuhi persyaratannya, lalu siapkan media pencantumannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *